
Walau bahasaku telah habis
Aku ingin berteriak sayang



Selama ini ku selalu mengalah
Selama ini ku selalu diam
Selama ini kuselalu mengerti
Selama ini kuselalu memaklumi
Kata2 mu yang terkadang menyakiti.
Aku tidak lupa untuk semuanya
Aku juga tidak buta untuk berterima kasih
Bahwa dirimu selalu ada
Namun terkadang kamulah yang lupa
aku juga punya rasa
Aku juga bisa terluka…
Hati ini telah menjadi saksi
Terlalu banyak air mata yang kupendam dalam hati
Ingin sekali satu kali saja kuungkapkan
Hati ini sakit karena katamu
Hati ini sakit karena sikapmu
Apapun yang telah kau lakukan untuku
Tak kan pernah terganti dengan apapun
Namun bukan berarti kau bisa berbuat semena2 padaku
Aku pun pernah melakukan sesuatu yang sama padamu
Tapi tidak ada artinya untuk kehidupanmu.
Walau sedikit aku ikhlas dan bahagia.
Aku mohon jangan seperti itu
Karena kau takkan pernah tau
Kemana kehidupan akan membawamu
Kemana muara itu akan bertepi…
Kalau saja kita tau
Bagaimana jadinya nanti?????


Secangkir kopi mengawali pagi ini (upsss...maaf bukan pagi soalnya tadi abis sholat subuh dan mandi bobo lagi) wkwkwkw...... Ya sudahlah mungkin sebuah gurauan saja mengawali coretan kecil ini namun semoga menjadi sebuah catatan untuk saya dan mungkin juga anda.

.jpg)


Kepala ini terasa ingin pecah
Menahan kesedihan aku lelah
Lihatlah aku yang tak berharga ini
Walau sedikit ku pernah membuat diriku berarti untuk kalian
Namun tidak dengan kalian..
Mata ini terasa penuh
Akan air yang selalu menggenang didalam hati
Sulit keluar karena terhambat oleh banyaknya pertimbangan
Takut menyakitii dan takut tersakiti..
Aku ingin kalian tau
Akupun tersiksa seperti ini
Terhimpit oleh perbedaan pandangan
Berusaha menyelamatkan yang Satu
sementara akhirnya terkesan adanya pembelaan
Ingin mengikuti keinginan kalian tapi berarti aku tak punya pendirian
Aku harus mengikuti kata hatiku
Dan kata itu bertepuk sebelah tangan dengan apa yang kalian mau
Lalu kemana arah hidupku???,..
Tidakkah kalian merasa kalau aku berada di sisi jurang
Yang akan menghantarkan aku Ke lubang penderitaan atau kebahagiaan..
Tolonglah aku mohon pahami itu…
Biarkanlah aku menentukan jalan hidupku
Jangan tekan aku lagi karena aku sudah lelah menghadapi ini

Mereka benar..aku salah..
Mereka memperingatkan dan aku mendengarkan
Aku merubah mereka tetap tidak berubah..
Lalu apa yang harus aku lakukan??
Jika memang kesalahan adalah milikku
Mengapa mereka hanya memperingatkan
Tapi tidak melakukan apa yang mereka sampaikan
Jika memang kebenaran adalah milik mereka
Mengapa mereka tidak memperlihatkan
Apa yang menurut mereka adalah kebenaran…???
Jangan merasa kau adalah yang paling benar
Jika dalam kehidupan kamu masih melakukan kesalahan
Jangan menjudge seseorang itu salah
Jika kamu juga jarang melakukan kebenaran..
Omong kosong apakah ini>????Aku mencintainya sebening embun rerumputan
Aku mencintainya seputih salju dan kapas yang tak ternoda
Aku mencintainya seperti udara menghidupi insan didunia
Aku mencintainya seperti darah yang mengalir ditubuh tiap manusia
Aku mencintainya dalam mimpi, dalam tidurku, dalam sadarku dan ketidaksadaranku
Aku mencintainya setinggi bintang diangkasa
Aku mencintainya sesetia bulan bersinar dimalam hari
Aku mencintainya setepat matahari terbit dipagi hari
Aku mencintainya sepanjang hayat dan hidupku kelak diakhirat nanti
Aku mencintainya dengan segenap jiwa dan ragaku
Aku mencintainya setulus hati dan perasaanku
Mungkin aku salah padamu
Memiliki cinta yang terlalu besar membuatku menutup mataku
Aku juga terlalu egois
Ingin memiliki seluruhnya darimu dan tentangmu tapi aku tau itu tak mungkin
Dirimu adalah milikmu, aku tidak bisa memiliki semuanya.
Walau hati ini menangis karena kesalahan dan kegoisanku yang tak pernah tersadar olehku..dan
terus menerus aku ulangi lagi dan lagi
Kau harus tau aku sangat ingin menghilangkan sifat itu…
Maafkan aku yang terlalu mencintaimu dan belum bisa menjadi yang terbaik buatmu.